Wahai
pemimpinku
Tak
kau lihat betapa pertiwi menangis
Terisak
dalam kehampaan janjimu yang semu
Tiada
guna tiada arti
Rakyatmu
meronta kesakitan
Terinjak
dan tak berdaya
Menangis
tanpa air mata
Melihat
kau melenggangkan tubuhmu
Mulut
manis berbisa
Membuat
kami kian terpaku menatap dunia
Yang
dipenuhi tanda tanya
Yang
dipenuhi bualan semata
Tidakkah
kau merasakan
Tak
bisakah kau menengok kebawah
Kami
yang terbuang
Terkucilkan
terinjak dan terhempas
Bagai
angin yang tak tahu arah
Kami
hanyalah segenggam pasir
Kami
hanyalah debu
Yang
terhempas terbuai akan janji semata
Kami
yang merindukan sinar mentari
Mencoba
tegar melawan kenyataan
Mencoba
bangkit dari keterpurukan
Namun
apa daya kami tak berkuasa
Beri
kami sedikit uluran tanganmu
Beri
kami realisasi segala janjimu
Jangan
kau menutup mata dan telingamu
Seakan
- akan kau yang paling berkuasa
Buktikan
segala bualan janjimu
Agar
pertiwi dapat tersenyum lepas
Menatap
dunia dengan penuh semangat
Mengobarkan
gairah di seluruh nusantara
Surabaya, 02 Februari 2015
No comments:
Post a Comment