Sang awan tak henti
mengitari
Menjelajahi setiap
sudut negeri
Menjamah kekayaan yang
tersembunyi
Gemah
ripah loh jinawi
Mungkin
itulah julukanmu
Tiada
pernah kusangka mengapa semua seperti ini
Aku
ingin bertanya namun pada siapa harus kuungkapkan
Tiadakah yang mengerti
Ketika sang pohon
mengais sisa air pengharapan
Tiadakah yang mendengar
Betapa sang pertiwi
menangis.. menjerit ..dan meraung
Tikus
berdasi mencabikmu hingga tak berdaya
Tak
punyakah sedikit nurani.. atau hatinya telah mati
Mereka
hanyalah menampakkan kepura-puraan yang nyata
Hingga
sang semut kecil terpikat.. terjerat oleh angan yang semu
Janji tinggallah janji
.. ucapan tak lagi bermakna
Negeri yang damai
,,asri,,sejahtera
Apakah hanya angan
belaka
Mungkinkah semua
realita ini hanyalah permainan si tikus berdasi
Dan
semut kecil menjadi korbannya
Terinjak..
terbuang.. dan terhempas angin derita
Akankah
ada kucing bertopi yang menumpas habis semua tikus berdasi
Dan
si semut kecil akan bersorak kegirangan dengan wajah yang penuh keceriaan
Entahlah..
Hanya Tuhan yang tau
alur kisah negeriku
Alur yang dipenuhi
sebuah misteri
Karena sesungguhnya
negeri ini adalah milik-Nya
No comments:
Post a Comment