Saturday, March 7, 2015

Negeriku

Kala sang surya menyinari bumi pertiwi
Sang awan tak henti mengitari
Menjelajahi setiap sudut negeri
Menjamah kekayaan yang tersembunyi
Gemah ripah loh jinawi
Mungkin itulah julukanmu
Tiada pernah kusangka mengapa semua seperti ini
Aku ingin bertanya namun pada siapa harus kuungkapkan
Tiadakah yang mengerti
Ketika sang pohon mengais sisa air pengharapan
Tiadakah yang mendengar
Betapa sang pertiwi menangis.. menjerit ..dan meraung
Tikus berdasi mencabikmu hingga tak berdaya
Tak punyakah sedikit nurani.. atau hatinya telah mati
Mereka hanyalah menampakkan kepura-puraan yang nyata
Hingga sang semut kecil terpikat.. terjerat oleh angan yang semu
Janji tinggallah janji .. ucapan tak lagi bermakna
Negeri yang damai ,,asri,,sejahtera
Apakah hanya angan belaka
Mungkinkah semua realita ini hanyalah permainan si tikus berdasi
Dan semut kecil menjadi korbannya
Terinjak.. terbuang.. dan terhempas angin derita
Akankah ada kucing bertopi yang menumpas habis semua tikus berdasi
Dan si semut kecil akan bersorak kegirangan dengan wajah yang penuh keceriaan
Entahlah..
Hanya Tuhan yang tau alur kisah negeriku
Alur yang dipenuhi sebuah misteri
Karena sesungguhnya negeri ini adalah milik-Nya

“Cinta Sesaatku”

Sejenak aku terpikat..terhanyut oleh sebuah senyuman
Senyum manis di sudut sekolah
Tertawan oleh paras rupawan
Terpikat oleh sebuah kerlingan
            Dia yang selalu hadir dalam mimpiku
            Mimpi indah yang dihiasi oleh bayang wajahmu
            Tak dapat aku berpaling
            Walau hanya sekejap saja
Aku tak tahu mengapa aku begini
Terus merindui seseorang yang tak halal bagiku
Aku tak ingin dalam lautan cinta
Cinta yang mengombang – ambingkan imanku
            Kau hanyalah cinta sesaatku
            Karena Sang Penciptalah Maha Pembolak – balik hati
            Cintaku padamu dapat sirna seketika
            Jika Allah tak menghendaki-Nya
Surabaya, 01 Januari 2015